Skip to content →

Bisnis Tak Mendidik, ke Laut Aja

PuskoMedia itu lahir di lingkungan Pendidikan dan Komunitas. Tanggal 28 September 2013 saya mencetuskan nama Kumbang (Komunitas Pengembang Bahan Ajar Digital) dan Leader saya Akbar Bahaulloh menyebut nama PuskoMedia. Keduanya lahir dari hasil pertapaan panjang sebagai bentuk pengejewantahan impian si tuan Bolang.

Zaman itu saya masih asyik kuliah sambil mengejar sesuatu yang sebenarnya tak ada wujudnya, abstrak, absurd. Belakangan saya sebut sebagai hasil kolaborasi antara impian dan angan-angan. Sedang Akbar Bahaulloh masih asyik jadi mahasiswa yang suka berkomunitas yang entah mengapa sampai sekarang tak kunjung lulus. Lol

Sejak saat itu, tahap demi tahap pendewasaan dilalui bersama. Saya yang terkenal sompral dan bertindak arogan. Dan si Akbar Bahaulloh yang terkenal dewasa lucu karena sering ngebanyol di tengah-tengah komunitasnya. Jaman itu lagi asyik-asyiknya ngenalin Linux ke masyarakat dan saya sedang asyik main desain dan macam-macam proposal. Jadi jangan heran kalau sampai sekarang pun artefak tindakan semacam itu masih sering ditemui. Misalnya saat membuat promo layanan, kepikiran “dibuat unlimited aja apa yah?”, saya langsung mengamini “Hajar”. Pikir belakangan gimana hitungannya dan kemasannya.

Alhamdulillah, tim yang mulai beranjak dewasa ini dengan sigap merespon kesompralan itu dengan aksi nyata. Tak kalah penting riset dan riset kami paksakan ke anak-anak agar terlatih bersikap hati-hati walaupun terkesan tak pikir panjang. Dari 5 anak yang sudah mantap kerja full time, kami paksa menjadi pemimpin semua. Harus berani ambil resiko dan berinisiatif mengambil keputusan.

Saat ini PuskoMedia Indonesia masih kecil dan belum bisa dianggap sebagai perusahaan sekaliber Google Inc atau Facebook Inc. Minimal, budaya kerja yang diusung berusaha seprofesional mungkin. Jika sampai waktunya PuskoMedia Indonesia bisa go internasional atau minimal masuk IPO, ke-5 anak tersebut mau tak mau akan menjadi pemimpin di masing-masing posnya. Jika perlu, kuliah lagi sampai ke ujung dunia untuk menambah kemampuan.

Saya dan Akbar sempat bertukar pikiran waktu zaman konsepsi PuskoMedia Indonesia. Saya bilang, “Pusko itu perusahaan yang mendidik, bukan perusahaan ular yang mencaplok apa pun bulat-bulat. Kalau suatu saat sampai berubah haluan, saya keluar. Mending jualan cilok daripada menghianati impian paling murni ini”. Saya berbicara seperti itu karena tahu, masa-masa kuliah bisa jadi masa paling idealis dan keras kepala, tak mau mendengar petuah-petuah siapa pun. Mudahnya, pikiran belum tercemari oleh macem-macem model bisnis. Ditambah lagi belum dihadapkan pada godaan project miliaran yang sering digelontorkan pemerintah.

Saya pikir menjadi perusahaan yang mendidik adalah konsep bisnis paling ideal di zaman prasejarah ini. Dalam setiap layanan yang diluncurkan PuskoMedia Indonesia akan selalu terselip nilai-nilai yang mendidik. Minimal berusaha mentransfer ilmu kepada mitra yang bergabung.

Alhamdulillah saat ini budaya kerja dan cara bisnis yang mendidik masih jadi pegangan. Jika suatu saat PuskoMedia Indonesia berubah menjadi perusahaan yang seperti ular, semoga Allah mengingatkan kami semua. Aamiin…

Published in Opini

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.