Skip to content →

Programmer : Bahagia, Tersiksa, atau Mati?

Iming-iming gaji tinggi dan tempat kerja yang nyaman menjadi contoh alasan mengapa sekarang ini banyak sekali orang yang berminat menjadi seorang programmer. Siapkah kamu bersaing dengan sekian juta manusia yang juga mengincar hal yang sama?

Seiring berkembangnya teknologi dan informasi, sumber daya yang dibutuhkan juga semakin meningkat. Kunci utama kesuksesan teknologi adalah sumber daya manusia yang berbakat dan memiliki kemampuan berfikir yang luar biasa.

Salah satu SDM dibidang teknologi dan informasi yang sekarang ini banyak diminati adalah seorang pengembang perangkat lunak atau yang biasa kita sebut programmer.

Sebuah perusahaan teknologi rela membayar jasa seorang programmer dengan nominal yang fantastis plus fasilitas pendukung yang dapat memanjakan mereka agar dapat menghasilkan karya terbarukan sebagai senjata perusahaan untuk memenangi kompetisi yang sengit.

Namun faktanya, hanya sebagian kecil programmer yang dapat memenuhi ekspektasi perusahaan sehingga satu persatu perusahaan teknologi terseok-seok dan kemudian tumbang. Akibatnya, jumlah programmer yang tidak memiliki pekerjaan juga meningkat seiring dengan banyaknya perusahaan yang tumbang.

Memang mengerikan sekaligus sebuah tantangan jika memang Anda benar-benar yakin ingin menjadi seorang programmer.

Berani Ambil Resiko?

Jika Anda membayangkan programmer adalah manusia yang makmur dan sejahtera memang benar adanya. Tetapi, seperti yang sudah saya katakan diatas hanya sebagian kecil dari mereka yang dapat memenuhi ekspektasi perusahaan dan merekalah yang Anda maksud sebagai programmer.

Faktanya, bekerja sebagai programmer tak ada bedanya dengan pekerjaan lain bahkan lebih menyiksa jika Anda kurang beruntung. Kenapa?

Karena perusahaan besar yang dapat memberikan kesejahteraan seperti yang Anda bayangkan telah penuh sesak dengan talenta-talenta berbakat yang siap memenuhi ekspektasi perusahaan. Jika Anda tidak benar-benar memiliki modal talenta yang luar biasa, jangan harap Anda akan menjadi programmer yang sejahtera.

Bahagia, Tersiksa, atau Mati

Prinsip ini ada pada setiap kehidupan manusia dan yang memilih adalah diri Anda sendiri.

Seorang programmer dianggap bahagia jika mereka berhasil menembus daftar kecil programmer yang sejahtera. Kita semua pasti tau bagaimana bahagia itu dapat diraih. Sayangnya, mereka (perusahaan) yang dapat memberikan kebahagiaan membatasi peluang itu dan jika Anda gagal yang tersisa adalah siksaan.

Kenapa saya bilang programmer tersiksa? Alasannya adalah batin yang terluka karena gagal memperoleh apa yang sangat diharapkan.

Jika Anda masuk dalam kategori tersiksa, bersiap-siaplah untuk dianggap dengan seorang buruh kasar atau seorang kuli dunia teknologi.

Pekerjaan Anda berat karena batin Anda masih belum bisa iklas menerima kegagalan ditambah penghasilan yang biasa-biasa saja atau mungkin lebih rendah dari seorang pedagang kaki lima. Silahkan lihat sekeliling Anda, apakah ada seorang programmer yang seperti saya gambarkan?

Jika sudah terlanjur tersiksa, maka yang selanjutnya akan terjadi adalah mati. Mati yang saya maksud adalah Anda meninggalkan cita-cita Anda sebagai seorang programmer. Banyak sekali kawan saya yang sudah mati dan beralih profesi.

Bagaimana dengan Anda?

Apakah status Anda saat ini : bahagia, tersiksa, atau mati?

Jika Anda bahagia maka pertahankan apa yang sudah Anda peroleh saat ini. Tetap waspada karena banyak sekali orang yang siap merebut kebahagiaan Anda.

Jika Anda saat ini tersiksa, koreksi diri Anda dan tidak ada salahnya mencoba meraih impian Anda kembali dengan modal kegagalan kemarin. Lakukan yang jauh lebih baik dari pada yang kemarin membawa Anda kepada status ini.

Dan jika Anda telah meninggalkan cita-cita lama Anda, jangan sekali-kali melakukan apa yang membuat Anda gagal pada cita-cita baru Anda. Belajarlah pada siksaan cita-cita lama Anda sebagai modal untuk meraih cita-cita baru Anda.

Kesimpulan

Saya tidak bermaksud menjatuhkan semangat atau merendahkan seseorang, saya hanya ingin memberikan gambaran betapa kerasnya dunia kerja saat ini.

Jika Anda telah memahami artikel ini, diharapkan Anda dapat lebih berhati-hati dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi segala resiko yang telah saya gambarkan diatas.

Teknologi & Informasi setiap detik selalu ada yang baru. Jadi, jangan berhenti belajar apabila ingin menjadi programmer yang bahagia.

Published in Opini

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.