Skip to content →

Nurul Amanah bagi Calon Founder Startup

Membangun startup dari bawah benar-benar membutuhkan kesabaran. Ada banyak alasan yang bisa kita gunakan untuk menjadi manusia yang merasa tak berdaya. Ada banyak pula parameter kesuksesan yang dapat dijadikan sebagai pijakan ‘kesuksesan’ yang paling hakiki. Dan yang paling penting, setiap manusia harus memilih salah satu parameter kesuksesan yang jelas, terukur dan dibatasi. Agar kita tak menjadi manusia robot yang serakah dan tanpa hati.

Jika saya boleh membagi tipe pendiri startup, setidaknya ada 3 spesies ini yaitu; (1) pendiri startup dari kalangan miskin, (2) pendiri startup dari kalangan menengah, dan (3) pendiri startup dari kalangan kaya. Ketiganya memiliki cara pandang berbeda mengenai kesuksesan. Namun, ketiganya memiliki cara pandang yang sama cara menuju kesuksesan. Bagaimana maksudnya? Saya sendiri belum paham, jadi cari sediri jawabannya. 🙂

Tapi sayangnya curhatan saya kali ini bukan membahas hal di atas, kali ini akan membahas tentang sikap amanah atau jujur atau dapat dipercaya istilah kerennya kredibel/ credible. Bagi umat Islam semacam saya, istilah sikap amanah sering kita lupakan. Kadang sering tertimpa oleh istilah-istilah keren yang berasal dari bahasa serapan. Tapi, no problem saya tidak akan lebih jauh membahas masalah tersebut.

Menurut saya, sikap amanah menjadi satu sikap yang harus dikedepankan bagi calon founder startup. Khususnya kamu yang masih di bangku SMA dan kuliah. Bagaimana dampaknya bagi masa depan startup yang kamu impikan? Tetap lanjutkan membaca curhatan saya kali ini.

Kita ambil contoh dari yang paling dekat dengan curhatan ini. Waktu jamannya kuliah seringkali saya bertindak frontal, terlalu bersemangat, dan rasa hati ingin menggayam dunia. Akibatnya seringkali ‘keceplosan’ melontarkan janji-janji di luar kemampuan. Akibatnya, ada banyak sekali janji baik kepada klien maupun kawan seperjuangan yang lepas kendali tak ditepati. Dampakanya? Saya kehilangan kepercayaan dari orang-orang sekitar, pendapatan pun menurun karena semakin susah mencari klien baru dalam beberapa jasa yang saya tawarkan.

Namun, saya bersyukur masa-masa itu sudah terlewati. Sedikit bocoran untuk U-20, habiskan semua sikap burukmu saat ini juga. Jika perlu, buat satu suasana yang mengharuskan kamu bersikap buruk. Saya yakin, setiap manusia memiliki sikap buruk masing-masing yang kadang seperti ‘sikap bawaan sejak lahir’. Dengan harapan di usia +23 kamu benar-benar puas dengan kelakuan burukmu itu. Saya tidak bilang, mabuk-mabukan, narkotika, seks bebas itu diperbolehkan, karena itu bukan salah satu sikap buruk. Tapi perilaku kriminal yang tidak bisa dibenarkan oleh hukum mana pun.

Dampak sikap buruk satu ini yang paling mudah dan sering ditemui yaitu sikap lari dari tanggung jawab. Bagaimana jadinya jika seorang founder (bapaknya startup) lari dari tanggung jawab dari startup yang dia bina? Percayalah, semua klienmu akan lari satu demi satu. Jika ada yang bertahan, itu pasti karena terpaksa sebagian resource yang mereka miliki ada di tangan satartup tersebut.

Seringkali saya menemukan klien yang kadang ragu membayar di awal (minimal DP) untuk pengembangan suatu aplikasi. Mereka pernah atau sering merasa dibohongi oleh developer. Sebagian lagi mengatakan bahwa developer yang mereka temui sering lari dari tanggung jawab. Sebagian lagi mengatakan spesifikasi aplikasi yang di hasilkan jauh dari apa yang dijanjikan. Disinilah pentingnya sikap amanah harus kamu miliki saat startup-mu benar-benar mulai berlari kencang.

Tips untuk kamu yang ingin tetap amanah dan profesional;

  1. Buatlah satu proposal serinci-rincinya;
  2. Pastikan daya analisa si pembuat proposal cukup kuat, karena pengembangan suatu aplikasi sangat rentan dengan kesalahan perhitungan waktu, sumberdaya, dan hasil;
  3. Jangan paksakan spesifikasi aplikasi yang kamu tawarkan terlalu WOW, karena saya yakin kamu bakal kesusahan memenuhinya saat uang sudah masuk 50% s.d 80%;
  4. Buat bahasa proposalmu seoperasional dan sesederhana mungkin;
  5. Dan yang pasti, jaga komunikasi selama pengembangan dan pasca pengembangan.

Jika kamu sudah merasa amanah tapi daya analisa proposalmu kacau, percayalah sikap amanahmu akan hancur dengan sendirinya. Karena yang klien butuhkan ternyata bukan sikap amanah saja, tapi hasil yang harus benar-benar presisi menuju kesempurnaan. Tapi perlu diingat, kesempurnaan sebuah aplikasi adalah relatif terhadap klien bersangkutan serta fungsionalitas yang dijanjikan.

Jadi, habiskan sikap burukmu sejak saat ini juga. Karena nurul amanah adalah cahaya penerangmu untuk meniti perjalanan startup impianmu di masa depan. Jangan lupa juga, buatlah portfolio kegagalanmu sebanyak-banyaknya di usia U-25.

Yuk bangun Startup, mumpung lagi hits.

Salam sukses selalu…

Published in StartUp dan Bisnis

2 Comments

    • Torikul Fauzi Torikul Fauzi

      Terimakasih kaka. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.