Skip to content →

Tips Membangun Startup untuk Mahasiswa dan U18

Saat ini sedang ramai bermunculan startup-startup baru. Jika kamu yang tertarik membangun startup, berikut tips untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa atau siswa. Kamu bisa menemukan banyak sekali tips di luar sana, namun artikel ini akan lebih mudah kamu pahami dan lakukan saat ini juga.

Pertama, mari kita ringkas dari berbagai sumber yang berhasil saya himpun. Berikut ringkasan tips membangun Startup.

  1. Niat & tujuan yang jelas;
  2. Ide & perencanaan bisnis;
  3. Bangun tim yang solid & tetapkan budaya perusahaan.
  4. Lakukan tes pasar;
  5. Konsisten;

  6. Berawal dari ide sederhana;
  7. Percaya diri;
  8. Berani berbeda;
  9. Fokus;
  10. Jangan takut rugi;
  11. Jangan kahawatir masalah modal;
  12. Memberikan pelayanan yang memuaskan;

  13. Jalani dengan passion
  14. Jangan takut gagal
  15. Jangan hanya mengejar nilai
  16. Membuka pola pikir
  17. Aktif mengikuti seminar
  18. Pahami apa itu startup

Oke, saya rasa cukup rangkuman dari tiga sumber berbeda. Bagaimana menurutmu? Benar, ada banyak cara untuk membangun sebuah startup, yang paling utama adalah; ada ide, dieksekusi dengan passion/ semangat, dijaga dengan konsistensi dan nikmati prosesnya. Karena membangun startup itu menyenangkan. Namun, artikel ini akan membahas dari sudut pandang yang lebih operasional, yang dapat kamu lakukan saat ini juga.

#1 Pahami pengertian dan tipe startup

Sebelumnya kami telah membahas tentang perbedaan antara StartUp dan UMKM. Keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas. Startup merupakan perusahaan yang bergerak di bidang TIK. Produk yang dihasilkan biasanya berupa produk digital (misal: software) atau layanan digital (misal: layanan chating). Kamu juga perlu tahu bahwa ada dua tipe stratup yaitu tipe laboratorium digital kreatif dan digital product.

Laboratorium Digital Kreatif merupakan sebuah startup yang bergerak di bidang pengembangan perangkat lunak. Startup jenis ini berusaha menciptakan produk digital yang bermacam-macam.Misalnya web developing, mobile programing, web programing, dan lain sebagainya. Startup jenis ini bisa membantu startup-startup lain dalam menciptakan sebuah produk digital baru. Sebagai contoh, Suitmedia melahirkan Bukalapak yang awalnya hanya berstatus sebagai divisi agensi digital. Akhirnya kebablasan terlalu fokus ke Bukalapak. 😀

Tipe kedua, kalau saya menyebutnya sebagai Digital Product karena startup jenis ini sangat fokus dengan produk digitalnya. Misalnya, merk Tokopedia dan Bukalapak sangat fokus dengan layanannya membantu para UMKM berjualan di digital marketplace. 

#2 Pilih tipe startup

Setelah kamu bisa mengenali dengan baik tipe startup, selanjutnya pilih tipe startup yang paling kamu sukai. Jika kamu ingin mencoba banyak hal, pilih tipe Laboratorium Digital Kreatif karena kamu akan menemukan banyak hal dan tipe produk di dalamnya. Jika kamu ingin fokus dan tidak ingin terlalu banyak produk, pilih jenis Digital Product. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing yang tidak perlu saya sebutkan sekarang.

#3 Abaikan no #2

Jangan terlalu serius dengan pilihan No #2. Karena kamu yang saat ini perlu mencoba banyak hal, melakukan berbagai macam soal, dan mencari apa yang sebenarnya kamu inginkan. Yang paling penting, asah terus kemampuan kamu di banyak hal. Karena dunia startup akan membutuhkan skill-skill yang bermacam-macam.

#4 Cari sahabat satu spesies

Kamu perlu mencari satu sahabat yang benar-benar punya chemistry dan memiliki kesamaan dalam berfikir. Ingat, memiliki kesamaan dalam berpikir, bukan kesamaan sifat dan perilaku. Justru saya sarankan, kalian berdua memiliki perbedaan sifat dan karakter. Ciri-cirinya, “tanpa berkata pun sahabatmu sudah tahu apa yang kamu maksud”. Hubungan semacam ini kadang susah dijelaskan, kalau pun dijelaskan mungkin setara 4 SKS mata kuliah.

Lantas, bagaimana cara menguji ketahanan persahabatan kamu dengan dia? Mudah saja, pertama pukul dia secara tiba-tiba dari belakang jika dia mengejarmu untuk membalas berarti dia sahabatmu. Mintai dia uang secara terus menerus, kalau tetap dikasih berarti dia sahabatmu. Janjian nyemplung ke got bareng, dia pun mengiyakan dialah sahabat sejatimu. Yang terpenting, dia juga melakukan hal yang sama terhadapmu.

Jangan lupa, cari sahabat yang memiliki minat yang sama namun dengan cara pandang yang berbeda terhadap bidang tersebut. Bagaiamana penjelasannya? Coba resapi, renungkan, dan ingat baik-baik karena di dalam kalimat tersebut mengandung seribu satu macam makna.

Terakhir, jangan cari sahabat lawan jenis untuk memulai sebuah startup. Karena lawan jenis hanya akan meracuni niatmu membangun startup yang kokoh dan menyenangkan. Bisa berabe kan, bukannya membangun startup malah berakhir membangun rumah tangga.

#5 Orientasi teknologi dan saling melengkapi

Tidak lucu kan, misal kamu ingin membangun startup tapi tujuan usaha yang kamu pilih hanya sekedar jualan di pasar atau buka toko. Namun tidak dilanjutkan di pasar online. Jadi, apa pun bidang yang kamu suka pastikan bidang tersebut bisa dikembangkan dengan menggunakan teknologi. Saya beri beberapa contoh;

  1. Jika kamu hobi menulis dan berotak bisnis, pastikan sahabatmu punya pemahaman teknis yang cukup. Bisa saja suatu saat kalian berdua membangun sebuah startup yang fokus menyediakan layanan pengisian konten website (artikel);
  2. Jika kamu dan sahabatmu hobi membuat pancake, seharusnya kamu atau dia paham tentang seluk beluk penjualan online. Kalaupun tidak ada, jangan lupa cari teman yang menguasai hal tersebut.
  3. Jika kamu dan sahabatmu sama-sama hobi programing, pastikan salah satu diantara kalian memiliki cara pandang yang berbeda. Misalnya; kamu sangat fokus pada software yang dihasilkan. Sedangkan sahabatmu fokus pada fungsi utama dan nilai di pasar. Biasanya dia hanya akan berkata, “buat apa produk bagus-bagus kalau harganya mahal, mending yang biasa-biasa saja yang penting laku keras di pasar”. Maka, selamat kalian telah menyeimbangkan antara fungsi dan kualitas dari sebuah produk. (Si perfeksionis dan binisman sejati) 😀
  4. Jika kamu laki-laki, seharusnya dia juga laki-laki. Jika kamu perempuan, seharusnya dia juga perempuan. cukup 3 saja contohnya.

#6 Fokus dan tabah

Fokus dan tabah adalah tips untuk kamu yang sudah menginjak semester akhir. Masa ini adalah masa paling krusial/ penting penentuan segala tips-tips di atas. Semua akan percuma kalau kalian berdua tidak fokus pada bidang yang sudah sejak 3 tahun terakhir digeluti (jika sudah fokus satu jenis produk dari awal). Jika belum punya fokus, mulailah ke tahap yang lebih spesifik untuk menggeluti satu bidang.

Tabah saya artikan sebagai bentuk konsistensi, ketahanan, percaya diri, berani berbeda dan macam-macam bentuk sikap yang berani menantang segala rintangan yang dihadapi.  Karena dunia startup selain menyenangkan juga kejam, lupa sedikit tujuan awal buyar segala-galanya.

#7 Abaikan no #3

Tahap ini mengharuskan kamu memilih satu tipe startup yang ingin kalian tekuni. Seharusnya, kalian sudah mampu mengukur sejauh mana chemistry antara kalian berdua. Serta minat/ jenis produk apa yang ingin kalian kembangkan. Pilihan ini penting, karena akan sangat membantu fokus kalian berdua.

Pilih Laboratorium Digital Kreatif kalau kalian berdua masih dan terus ingin terlibat dengan banyak hal. Biasanya, orang cenderung memilih tipe ini saat otak sudah buntu mencari-cari produk apa yang sekiranya bisa dikembangkan lebih jauh, tapi tidak ketemu-ketemu. Tapi tenang saja, waktu masih panjang. Startup tipe ini adalah ibunya startup, sekalipun masih muda pun bisa melahirkan startup-startup hebat di masa depan.

Pilih Digital Product jika kalian berdua menemukan satu ide brilian, out of the box, sederhana tapi memiliki dampak besar bagi perubahan masyarakat. Sudah merasa mampu merencanakan bisnis, membangun dan memanaje tim yang solid, dan sudah melakukan tes pasar kecil-kecilan serta bersiap melakukan tes pasar yang lebih serius. Startup jenis ini biasanya memiliki tingkat kejelasan “nasib” yang cukup singkat. Kita ambil contoh, Alibaba, Amazon, Tokopedia, Bukalapak, Gojek dan lain sebagainya. Bagaimana menurut kamu? Mereka memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat cepat “jika memang berhasil”. Jika gagal, tak butuh waktu lama untuk segera gulung tikar.

Dan yang pasti, tipe startup digital product memiliki tingkat stresing yang cukup berat karena dipaksa bertahan hanya dengan satu jenis produk sedang pemasukannya pun sangat lambat. Inilah sebabnya kenapa tipe startup ini sangat haus dengan yang namanya INVESTOR, ANGEL INVESTOR, JOIN VENTURE, dkk.

Berbeda dengan tipe Laboratorium Digital Kreatif, sangat nyaman hidupnya. Ada project, garap rame-rame dan sibuk rame-rame Tak ada project yang artinya tidak ada pemasukan, ya makan indomie rame-rame. Pokoknya semua serba rame-rame kalau kebetulan semua tim yang terlibat adalah tim hore. Biasanya startup tipe ini haus dengan yang namanya project, dan dipaksa bergerilya mencari project hingga ke lubang semut sekali pun. 😀

#7 Abaikan semua nomor di atas, jodoh itu misteri

Kegagalan adalah merica dalam mie ayam. Dia pedas tapi membuat kuah mie ayam jauh lebih enak. Jika startup yang kamu bangun sejak sekolah atau kuliah gagal, jangan panik. Karena bisa jadi dari kegagalan tersebut kamu akan menemukan satu bidang baru yang lebih menjanjikan. Itu artinya? Kamu cuma gagal membangun startup lama, bukan gagal membangun persahabatan.

Jika dari masa sekolah atau kuliah kamu tak pernah berencana membangun startup, bisa jadi waktu kamu nongkrong di warung kopi bertemu dengan sesama spesies yang diakhiri dengan closing,

“yuk bangun startup, mumpung lagi rame nih jamannya startup. Ikut ramein dunia startup Indonesia merdeka jaya makmur sentausa mandiri digdaya berdaya di negeri sendiri dan sejahtera, Aamiin”

Jangan gengsi jadi tim hore, karena sesungguhnya startup adalah ulat-ulat dari surga yang siap melahap bangkai-bangkai sisa masa lalu.

#8 Seharusnya kamu berdo’a dari awal, sekarang baru tawakkal

Hayo, lupa berdo’a yah? Sono berdo’a dulu sebelum memulai segalanya. Kalau sudah banting tulang, hajar sini hajar sono belum ada hasil, ya tinggal tawakkal sambil curi-curi solusi dari yang Maha Memberi Segalanya Jadi Mudah.

Gak tau arti tawakkal? Ni baca sendiri Tawakal – Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. 

Saya Torikul Fauzi, seorang yang suka minum kopi hitam dan nongkrong di warung menyampaikan;

“Yuk, bangun startup sebelum bangun rumah tangga”

Salam…

Published in StartUp dan Bisnis

2 Comments

  1. Setiap orang memliki pilihanny masing2 dan seperti pada point ke dua, saya lebih suka di bagian digital product mas… informasi yang bermanfaat semoga sukses terus buat kedepannya

    • Torikul Fauzi Torikul Fauzi

      Minimal sudah tau tipe’nya sama punya satu orang mau diajak wara-wiri udah cukup buat tahap awal. 😀
      Terimakasih Mas, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.